11 December 2006

Kemiskinan Akibat Beras?

Kemiskinan yang meningkat pada tahun 2006 ternyata sebagian besar akibat kenaikan harga beras 33%, bukan karena harga BBM 143%. BBM dinilai tidak banyak berpengaruh karena telah dikompensasi dengan program BLT. Begitu temuan Worldbank.

Benarkah?

Bagi pemerintah, temuan tersebut tentu menjadi pujian bahwa ternyata keputusan menaikkan harga BBM tahun 2005 samasekali tidak membuat masyarakat menjadi miskin. Ini sejalan dengan hasil riset LPEM-UI yang pernah menjadi kontroversi beberapa waktu lalu.

Memang agak sulit untuk mengkritik temuan Worldbank tersebut karena harus dilakukan sedikit riset tandingan. Tetapi jika kita mulai dengan melihat data historis hubungan antara harga beras dan kemiskinan di Indonesia, rasanya sulit untuk menerima kesahihan riset tersebut.














Pada Feb 2005, harga beras juga meningkat tinggi dibanding tahun sebelumnya yaitu sekitar 20 persen, tetapi kemiskinan toh menurun 0,7 persen. Padahal pertumbuhan ekonomi Feb 2005 juga relatif sama dengan Mar 2006 (bahkan lebih rendah). Kenaikan harga BBM 143% (meski setelah kompensasi BLT) justru lebih pantas dicurigai sebagai penyebab, karena kenaikan besar-besaran hanya terjadi pada tahun 2005.

Singkat kata, kenaikan harga beras memang menyebabkan kemiskinan. Tetapi apakah menjadi penyebab utama kemiskinan (mengecilkan dampak kenaikan harga BBM)? Rasanya tidak.

Sumber data: BPS & BULOG

No comments: